TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Jumat, 06 April 2012

1 komentar
1. TEORI PERMINTAAN

a. Permintaan (Demand)

Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada
suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan
tertentu dan dalam periode tertentu.

Beberapa Penentuan Permintaan
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang
ditentukan oleh faktor-faktor,diantaranya :

1. Harga barang itu sendiri (Px)
2. Harga barang lain ( Py)
3. Pendapatan konsumen (Inc)
4. Cita rasa (T)
5. Iklim (S)
6. Jumlah penduduk (Pop)
7. Ramalan masa yang akan datang (F)

b. Hukum Permintaan (the low of demand)

Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis
yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut
dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau
naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya
apabila harga turun jumlah barang meningkat.
(Qd = F.(Px, Py, Ine,T,S, Pop,F)

Kurva Permintaan

Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu
barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para
pembeli.”
Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun
dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat
hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat
hubungan terbalik.

Teori Permintaan, Dapat dinyatakan :
“Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.”

Faktor-faktor yang dapat menggeser kurva permintaan
- Faktor harga
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.




- Faktor bukan harga
Kurva permintaan kan bergerak keka Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.nan atau kekiri apabila terdapat perubahan-perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh factor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.



2. TEORI PENAWARAN

a. Penawaran (Supply)

Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual
pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga
tertentu.
Penentuan – penentuan Penawaran
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada
berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang tepenting
adalah :
1. Harga P Q
2. Harga barang lain Px Qy
3. Biaya faktor produksi FP cost π Qs
4. Teknologi T cost π Qs
5. Tujuan perusahaan
6. Ekspektasi (ramalan)
Secara matematis
Qs = F (Px, Py, Fp, T1 ............... )
Persamaan penawaran Qs = a + bp

b. Hukum Penawaran

Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa :
“Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang
tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah
harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang
ditawarkan.”

Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
“Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
- Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar harga, maka supply bergeser ke kiri atas.
- Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas.
- Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar.




Teori Penawaran

Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.
Faktor-faktor yang dapat menggeser kurva penawaran
- Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar harga, maka supply bergeser ke kiri atas.
- Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas
- Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar

Keseimbangan permintaan dan penawaran
Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.


Dengan kata lain Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.


Perubahan Keseimbangan Pasar

Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahaan di sisi permintaan dan atau penawaran. Jika faktor yang menyebabkan perubahan adalah harga, keseimbangan akan kembali ke titik awal. Tetapi jika yang berubah adalah faktor-faktor ceteris paribus seperti teknologi untuk sisi penawaran, atau pendapatan untuk sisi permintaan, keseimbangan tidak kembali ke titik awal.


a. Jika harga berubah, terjadi kelebihan penawaran yang menyebabkan harga turun kembali ke Po. Titik keseimbangan tetap Eo.
b. Kurva penawaran bergeser ke kanan karena perubahan teknologi. Titik keseimbangan bergeser dari Eo ke E1.
c. Kurva permintaan bergeser ke kanan karena perubahan pendapatan. Titik keseimbangan bergeser dari Eo ke E1.

DAFTAR PUSTAKA
http://matakuliah.files.wordpress.com/2007/09/te-mik-2.pdf

ILMU EKONOMI

Kamis, 15 Maret 2012

0 komentar
1. Sebutkan 3 masalah pokok ekonomi (what, how, for whom), jelaskan?

Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Masalah pokok ekonomi dapat ditinjau dari 2 sudut pandang:

A. Menurut Teori Klasik, yang dipelopori oleh Adam Smith terdiri dari :

1. PRODUKSI Produksi adalah segala tindakan yang ditujukan untuk meningkatkan nilai guna / manfaat dari suatu barang.

Karena sifat manusia yang tidak pernah mengalami tingkat kepuasan yang hakiki, maka berapapun yang diproduksi selalu tidak pernah mencukupi kebutuhan manusia; sehingga selama itu pula produksi menjadi masalah pokok ekonomi.

2. DISTRIBUSI Distribusi adalah segala kegiatan yang ditujukan untuk menyampaikan atau menyalurkan barang hasil produksi dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen akhir/pemakai.

Yang termasuk kegiatan distribusi diantaranya : Pengemasan, pensortiran/pemilahan, pengepakan, penyimpanan/pergudangan, pengangkutan, dll

Distribusi dapat dibedakan menjadi 2 cara :

  1. Distribusi langsung, dimana barang hasil produksi langsung disalurkan ke konsumen akhir/pemakai.
  2. Distribusi tidak langsung, dimana dalam penyalurannya melalui beberapa perantara, seperti : agen, grosir, eksportir, importir, komisioner, makelar, pedagang eceran, dll. Semakin panjang mata rantai penyaluran sangat dimungkinkan harga yang ditanggung konsumen akhir lebih mahal.

3. KONSUMSI Konsumsi adalah segala tindakan yang tujuannya menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang.

Kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh 2 faktor :

1. Faktor Internal, seperti : pendapatan, selera karakter, kepribadian, motivasi.

2. Faktor Eksternal, seperti : kebudayaan, peradaban, lingkungan, status sosial, kebijakan pemerintah, dll.

B. Menurut Teori Modern

Menurut Paul A Samuelson, seorang pakar ekonomi, membedakan masalah pokok yang dihadapi oleh perekonomian, yaitu :

1. Apa yang akan diproduksi (What) Karena keterbatasan sumber daya faktor produksi, maka harus hal yang tidak mungkin akan memproduksi sebanyak-banyaknya, maka harus dilakukan pemilihan barfang apa yang harus diproduksi serta berapa jumlahnya.

2. Bagaimana proses produksinya (How) Hal ini sangat tergantung dari ketersediaan sumber daya faktor produksi dari setiap wilayah/negara. Bagi negara maju akan menggunakan faktor produksi padat modal dengan teknologi majunya, sementara bagi negara yang berkembang akan menerapkan teknologi menengah tanpa mengesampingkan pendayagunaan sumber daya manusia yang ada sehingga tidak terjadi pengangguran yang tinggi.

3. Untuk siapa hasil produksi ditujukan (for Whom) Untuk masalah yang satu ini, pertimbangan ditujukan bagaimana caranya agar hasil produksi dapat memenuhi kebutuhan utama masyarakat serta dengan tingkat harga yang terjangkau oleh masyarakat yang menjadi pangsa pasarnya.

Menurut Richard Lipsey, menambahkan permasalahan perokonomian secara makro, yaitu tingkat inflasi, tingkat pengangguran dan kapasitas produksi.

2. Apa nama sistem ekonomidi indonesisa? landasannya apa?

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Lalu sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebagai contoh Sebuah perekonomian terencana (planned economies) yaitu sistem perekonomian yang memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi semua di atur oleh pemerintah. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Dibawah akan dijelaskan apa itu sistem perekonomian terencana dan sistem perekonomian pasar.

A. Sistem perekonomian terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
Tahap-tahap ide yang sempat muncul adalah :
Pertama, pada tahap dimana prinsip ekonominya adalah setiap orang memberi kepada masyarakat menurut kemapuannya dan setiap orang menerima sesuai dengan karyanya.
Tahap tersebut berkembang menjadi ‘setiap orang memberi sesuai dengan kemampuannya dan setiap orang menerima menurut kebutuhannya dengan kata lain distribusi menurut kebutuhannya (suroso, 1993)

B. Sistem perekonomian pasar

Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

Singkatnya sistem perekonomian indonesia adalah cara suatu bangsa atau negara mengatur kehidupan ekonominya agar tercapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Ada beberapa jenis sistem perekonomian di indonesia yaitu :

• Sistem ekonomi tradisional

Sistem ekonomi yang masih terikatdengan adat istiadat, kebiasaan dan nilai budaya setempat. Jadi sistem perekonomian yang tercipta dalam suatu daerah tertentu yang sesuai dengan penghuni setempat.
Berikut ciri-ciri sistem perekonomian tradisional :

1. Alat produksi sederhana karena daerah yang terpencil sehingga kurang pembaharuan dalam hal tekhnologi
2. Jumlah barang atau jasa rendah karena penduduk stempat pun sangat rendah tingkat dan daya beli mereka
3. Produktivitas rendah karena pasar sedikit
4. Masiih barter yaitu tukar menukar barang dengan barang lainnya
5. Masih bercocok tanam karena sebagian besar daerah persawahan

• Sistem ekonomi kapitalis
Sistem ekonomi yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih dan melakukan usaha sesuai keinginan dan keahliannya. Secara umum karakteristik ekonomi kapitalisme adalah :

1. Faktor-faktor produksi (tanah, modal, tenaga kerja) dimiliki dan dikuasai oleh pihak swasta
2. Pengambilam keputusan ekonomi bersifat desentralisasi, diserahkan kepada pemilik faktor dan akan dikoordinir oleh mekanisme pasar yang berlaku.

Berikut ciri-ciri sistem perekonomian kapitalis :

1. Hak milik perorangan di akui oleh pihak berkuasa
2. Individu bebas melakukan kegiatan ekonomi
3. Jenis, jumlah, dan harga barang ditentukan kekuatan pasar
4. Adanya persaingan bebas
5. Kegiatan ekonomi (produksi, distribusi dan konsumsi) diserahkan kepada swasta
Contoh : Amerika serikat dan eropa

• Sistem perekonomian sosialis

Yaitu sistem yang seluruh kegiatan ekonomianya direncanakan, dilaksanakan, dan di awasi oleh pemerintah secara terpusat.
Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis :

1. Alat-alat dan faktor produksi dikuasai negara
2. Kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur negara
3. Harga barang atau jasa ditentukan pemerintah
4. Hak milik perorangan tidak diakui
Contoh : kuba, korea, RRC

• Sistem ekonomi campuran
Gabungan dari sistem perekonomian liberal dan sosialis
Ciri-cirin sistem ekonomi campuran :

1. Pemerintah dan swasta bersama dalam melakukan kegiatan ekonomi
2. Negara menguasai sektor usaha vital dan mengendalikan perekonomian
3. Swasta atau perorangan diberi kebebsan untuk berusaha diluar sektor vital
4. Pemerintah berperan membina dan mengawasi swasta
Contoh : Afrika, amerika latin, asia

II. Sistem ekonomi indonesia

A. Sejarah perkembangan

• 1950-1959 : Sistem ekonomi liberal (masa demokrasi)
• 1959-1966 : Sistem ekonomu etatisme (masa demokrasi terpimpin)
• 1966-1998 : Sistem ekonomi pancasila (demokrasi ekonomi)
• 1998-sekarang : sistem ekoonomi pancasila (demokrasi ekonomi) yang dalam prakteknya cenderung liberal

Di indonesia kita mengenal sebuah kata demokrasi begitu juga dengan sistem ekonominya, sistem demokrasi ekonomi adalah sistem ekonomi yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dan juga mempunyai landasan ekonominya yaitu berlandaskan kepada :
“UUD 1945 hasil amandemen yang disahkan MPR pada 10-08-2002, yaitu pasal 33 ayat 1,2,3,4”
Perkembangan sistem perekonomian pada umumnya
Subsistem, itulah sistem perekonomian yang terjadi pada awal peradaban manusia. Dengan karakteristik tersebut orang melakukan kegiatan ekonomi dalam hal ini produksi hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompok saja. Dengan kata lain pada saat itu orang belum terlalu berpikir untuk melakukan kegiatan ekonomi untuk pihak lain apalagi demi keuntungan.
Semakin berkembangnya jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakkan perlunya sistem perekonomian yang lebih teratur dan terencana. Sistem, barter pada jaman dahulu tidak dapat lagi dipertahankan, kerena banyak hambatan yang dihadapi sperti :

• Terkadang keinginan kedua belah pihak yang ingin melakukan barter tidak sama
• Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan ditukarkan
• Sangat sulit melakukan transaksi dengan jumlah yang besar
Dengan adanya hambatan yang terjadi, maka para ahli ekonomi mulai memikirkan sistem perekonomian yang jauh lebih bermanfaat dan mudah sehinngga dapat digunakan oleh manusia seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

III. Perkembangan sistem perekonomian indonesia

A. Perkembangan sistem ekonomi sebelum orde baru
Sejak negara republik indonesia berdiri, sudah banyak tokoh-tokoh negara yang telah merumuskan perekonomian yang tepat bagi bangsa indonesia, baik secra individu maupun melalui diskusi kelompok.
Sebagai contoh, bung hatta sendiri, semasa hidupnya beliau mencetuskan ide bahwa dasar perekonomian indonesia sesuia dengan cita-cita tolong menolong.
Demikian juga dengan tokoh ekonomi indonesia saat itu, sumtro djojohadikusumo, dalam pidatonya dinegara amerika tahun 1949 menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran tetapi telah disepakati suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai sistem ekonomi pancasila yang didalamnya mengandung unsur penting yang disebut demokrasi ekonomi.

Demokrasi ekonomi dipilih, karena memiliki ciri-ciri yang positif diantaranya adalah :

1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asa kekeluargaan
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
3. Wraga negara memiliki kebebasan dalam meilih pekerjaan yang dikehendakinya serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak
4. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatnanya tidak boleh bertentangan denagn kepentingan masyarakat
5. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam bats-batas yang tidak merugika nkepentingan umum.
6. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara

Dengan demikian perkonomian indonesia tidak mengizinkan adanya :
Free fiht liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah dan terjajah dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si miskin.

Etatisme, yaitu keikutsetaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motovasi dan kreasi masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat. Jadi masyarakat hanya bersikap pasif saja

Monopoli,suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberkan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keingian sang monopoli. Disini konsumen sperti robot yang diatur untuk mengikuti jalannya permainan.

Meskipun awal perkembangan pereokonomian indonesia menganut sistem ekonomi pancasila. Ekonomi demokrasi dan mungkin ‘campuran’ namun bukan berarti sistem perokonomian libelaris dan etatisme tidak pernah terjadi di indonesia. Awal tahun 1950-an sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak libelaris dalam perekonomian indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, pernah juga mewarnai corak pereonomian di tahun 1960-an sampai masa orde baru.

Faktor-faktor penyebab beberapa sistem perekonomian indonesia adalah :

1. Program tersebut disusun oleh tokoh yang relatif bukan bidangnya, namun oleh tokoh politik, sehingga keputusan yaang dibuat cenderung menitik beratkan pada masalah politik bukan masalah ekonomi.
2. Akibat lanjutan dari kegagalan diatas dana negara yang seharusnya di alokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi justru di alokasikan untuk kepentingan politik dan perang.
3. Adanya kecenderunagn terpengaruh untuk mennggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat indonesia.


Akibat yang ditimbulkan dari sistem etatisme yang pernah terjadi di indonesia pada periode tersebut dapat dilihat pada bukti berikut :

1. semakin rusaknya sarana produksi dan komunikasi yang membawa dampak menurunnya nilai eksport kita.
2. hutang luar negeri yang justru dipergunakan untuk proyek mercu suar

B. Perkembangan sistem ekonomi indonesia setelah orde baru

Setelah orde baru mulai dilaksanakannya sistem ekonomi yang di inginkan oleh rakyat indonesia. Setelah begitu sulit melalui masa penuh tantangan. Dan pada akhirnya para wakil rakyat kita sepakat kembali menempatkan sistem ekonomi kita pada nilai yang tercantum dalam UUD 1945. Kegiatan ekonomi selanjutnya didasarkan pada acuan sistem demokrasi ekonomi dan sistem ekonomi pancasila.
Dilakukan serangkaian rehabilitasi pada awal orde baru yahg ditujukan untuk :

1. Membersihkan segala aspek kehidupan dari sisa faham dan sistem perekonomian yang lama
2. Menurunkan dana mengendalikan laju inflasi yang saat itu sangat tinggi.
Berdasarkan pada sumber yang dapat di percaya tercata bahwa :
Tingkat inflasi tahun 1966 sebesar 650 %
Tingkat inflasi tahun 1967 sebesar 120 %
Tingkat inflasi tahun 1968 sebesar 85 %
Tinngkat inflasi tahun 1969 sbesar 9,9 %
Dari data tersebut menjadi jelas mengapa rencana pembangunan lima tahun pertama (REPELITA 1) baru dimulai pada tahun 1969

C. Para pelaku ekonomi di indonesia

Jika dalam ilmu ekonomi mikro kita mengenal tiga pelaku ekonomi yaitu :
1. Pemiliik faktor produksi
2. Konsumen
3. Produsen
Lalu dalam ekonomi makro kita mengenal empat pelaku ekonomi :
1. sektor rumah tangga
2. sektor swasta
3. sektor pemerintah, dan
4. sektor luar negeri
Dalam perekonomian indonesia dikenal tiga pelaku ekonomi pokok yaitu :

koperasi —–> sektor swasta ——> sektor pemerintah

Segala bentuk perselisihan dalam kegiatan ekonomi juga hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah dan dengan cara-cara yang bijaksana tidak dengan pemaksaan dan kekerasan. Pada akhirnya, tujuan akhir yang ingin dicapai adalah membentuk keadilan sosial tanpa memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin.
Dalam UUD 1945 pasal 33, dijelaskan panduan dalam menjalankan roda perekonomian Indonesia. Pada pasal 1, dijelaskan perkonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas dasar kekeluargaan.
Jadi , Perekonomian yang ada di dunia ini , di organisasikan secara berbeda-beda . di Indonesia bentuk organisasi perekonomian sangat di pengaruhi oleh nilai-nilai kebudayaan , pandangan politik , dan ideologi ekonomi dari masyarakat tersebut .
Tiga Persoalan Pokok Ekonomi

Tiga persoalan pokok ekonomi tersebut diringkas ke dalam tiga kata Tanya dalam bahasa inggris:
What(apa), How(Bagaimana), dan For Whom(Untuk Siapa)

a. Jenis dan jumlah barang serta jasa yang harus diproduksi (What)

What adalah pemilihan jumlah serta jenis barang dan jasa yang harus dahasilkan. What menunjukkan persoalan yang dihadapi oleh setiap system ekonomi yang terkait dengan pertanyaan : jenis barang apakah yang harus diproduksi dan berapa jumlahnya ?

b. Cara system Ekonomi menghasilkan barang dan jasa (How)

How adalah pemilhan cara menghasilkan barang dan jasa. How menunjukkan persoalan yang dihadapi oleh system perekonomian yang terkait dengan pertanyaan : Bagaimana menghasilkan barang dan jasa. Untuk mencapai kemakmuran.Artinya, setiap system ekonomi harus dapat menjawab persoalan cara yang ditempuh oleh suatu Negara untuk menghasilkan barang dan jasa.

c. Cara distribusi Barang dan Jasa (For Whom)

For Whom adalah pemilhan kelompok masyarakat yang harus menikmati barang dan jasa yang dihasilkan. For Whom menunjukkan persoalan yang dihadapi oleh setiap system ekonomi yang berkaitan dengan pertanyaan untuk siapa sebenarnya barang dan jasa diproduksikan ?

Setelah mengikuti uraian tentang persoalan pokok yang dihadapi oleh setiap system ekonomi, tiba saatnya kita mendefinisikan system ekonomi. Sistem ekonomi dapat didefinisikan sebagai suatu strategi atau cara suatu bangsa atau Negara mengatur tat kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran masyarakatnya.

Daftar referensi
(http://www.scribd.com/doc/11487650/Bab-17-Sistem-Perekonomian-Indonesia)
(http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab1-sistem_perekonomian_indonesia.pdf)
(http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/sistem-perekonomian-indonesia-19/)
(Griffin R dan Ronald Elbert. 2006. Business. New Jersey: Pearson Education.)



Sumber : diambil dari berbagai buku termasuk Buku Sekolah Elektronik

SEBERAPA PENTINGKAH INCURENCE ITU??

Sabtu, 14 Januari 2012

0 komentar
Cerita ini bukan rekayasa, ini kisah nyata...
Jadi ada 1 keluarga.. Dmna kluarga itu trdiri dari ayah, ibu, n anak (anak tk juga tau) disini anak nya ada 3 n msih kcil2, yg paling gede kls 5 SD, yg no 2 kls 3 yg pling kcil masih playgroup..
Ayah nya adalah seorang karyawan swasta biasa n ibunya cuma IRT..
Kehidupan ekonomi keluarga ini standart aja.. Ng miskin juga ng kaya...biasa aja...
Suatu hari datanglah seorang agent ansuransi nawarin incurance kepada kluarga ini.. Agent itu bilang kalo incurance ini akan melindungi nilai ekonomi yg di hasilkan oleh pencari nafkah satu2nya yaitu si ayah...
Sang ayah pun mau mmbeli ansuransi yg di tawarkan oleh agen itu.. Karna dia sangat mnyayangi anak istrinya..dia ng ingin anak istrinya terlantar disaat dia nggk ada..apalagi si ayah pulang pergi kerja pake motor,, jadi dia punya resiko kcelakan lbih bsar dr pada org yg ng bawa motor..

Akan tetapi istri nya ng setuju kalo suaminya bli polis ansuransi, dia takut blanja bulanan nya di kurangi.. Makanya setiap kali agen itu dateng krumah dia selalu bilang bapak tidak dirumah (padahal ada) bahkan si ibu pernah mngusir agent itu..

Setelah beberapa minggu si bapak pun menelpon agent tersebut untuk bisa ketemu di luar rumah.. Dan bapak membeli polis tanpa sepengetahuan ibuk..

tiga bulan setelah polis itu di buat..sang bapak mengalami kecelakaan saat pulang dari kantornya.. Dan kecelakaan itu mngakibatkan kematian..

Bapak adalah pencari nafkah utama pada keluarga itu, dia masih mmpunyai anak yg masih kecil2..

beberapa hari setelah kepergian sang ayah, datanglah agent, di mngatakan kalo bapak telah membeli polis tanpa sepengetahuan ibuk.. Sang agent pun mnjelaskan panjang lebar ttg polis yg di ambil bapak.. Manfaat kecelakaan + manfaat meninggal + investasi, jadi ibuk menerima 1,2M.
Sang ibu pun berterima kasih pada agent dan dia juga mminta maaf pada agent karna udah pernah ngusir waktu dulu..
Sang ibupun menginvestasikan uang tersebut dalam bentuk deposito, jadi setiap tahun ia menerima 10% dari 1,2M.. Berarti 1 th dia terima 120jt sebulan 10jt..dan itu akan jadi Dana Abadi sampai cucu-cucunya nanti. padahal saat suaminya masih hidup, gaji suaminya cuma 5jt/bln..

Ansuransi tdak bisa melindungi org yang akan meninggal.. Tapi ansuransi akan melindungi nilai ekonomi dari keluarga tersebut.

Perubahan dan Perkembangan dalam Organisasi

Minggu, 11 Desember 2011

0 komentar

Dalam organisasi diperlukan perkembangan untuk perubahan. Manusia saling berkumpul dan berhubungan satu dengan yang lainnya untuk berkomunikasi andan bekerjasama. Organisasi juga bisa dijadikan sebagai tempat dimana kita mengabdi kepada sesama.


Jika suatu organisasi tidak mau berubah dan berkembang maka itu tergantung dari pemimpinnya. Jika organisasi tersebut tidak mau maju maka tidak akan melakukan perkembang. Tapi jika pemimpinnya tetap tidak mau berkembang, biasanya anggota dari organisasi tersebutlah yang akan bertindak untuk berubah dan berkembang menjadi organisasi yang baik dan layak menjadi contoh buat masyarakat.


Untuk mempertahankan suatu organisasi layaknya seperti kita mempertahankan prestasi kita sendiri dalam sehari - hari yang memerlukan perjuangan. Ada beberapa cara untuk mempertahankan suatu organisasi, yaitu :
  • Cari Inovasi
  • Jaga Citra Baik
  • Tingkatkan prestasi
Suatu organisasi akan sukses jika nahkoda memiliki tujuan dan amanah yang baik. Dan lebih baik pemimpin suatu organisasi tidak dipimpin terlalu lama orang yang sama agar terus berkembang, kecuali perusahan yang didirikan oleh pemimpin itu sendiri. Dan jika ingin mengganti pemimpin suatu organisasi harus menge-cek reputasi calon pemimpin tersebut secara teliti dan benar.

Arti Penting Dalam Organisasi

0 komentar
Organisasi adalah sekumpulan individu yang mempunyai tujuan yang sama.
Organisasi terdiri dari :
  • Organisasi Politik, seperti : Parpol (Partai Politik)
  • Organisasi Sosial, seperti : Koperasi
  • Organisasi Mahasiswa, seperti : BEM, UKM, HIM
  • Organisasi Olahraga, seperti : Sepak Bola
  • Organisasi Sekolah, seperti : Ossis, MPK, Pramuka
Organisasi dapat mengajak masyarakat agar lebih aktif dan mudah bersosialisasi dalam bermasyarakat. Organisasi terbagi atas 2 bagian yaitu Provit dan Non-Provit. Provit adalah Organisasi yang hanya untuk mengambil keuntungan sendiri atau organisasi yang didirikan hanya untuk mencari uang. Biasanya organisasi seperti ini ada di perusahaan - perusahaan. Sedangkan Non-Provit adalah Organisasi untuk tujuan bersama, yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya.

Setiap organisasi biasanya ada penanggung jawab, karena organisasi di dirikan tidak sembarangan. Penanggung jawab tersebut biasanya di sebut dengan Ketua anggota dari organisasi tersebut. Dalam berorganisasi pasti punya cara tersendiri untuk menarik perhatian kepada masyarakat lainnya :
  • Program - Program Sosialisasi
  • Cara - cara bersosialisasi yang unik
  • Membuat agar orang lain tidak menyesal telah memilih organisasi tersebut.
Contoh Organisasi :
Organisasi SNAP yang ada biasa di kampus - kampus. Organisasi ini di adakan untuk mengumpulkan orang - orang yang gemar atau hobi dalam fotografi. Yang hasil fotografinya bisa di pamerkan atau di perlihatkan kepada orang banyak, sekaligus untuk menarik orang - orang sekitar untuk bergabung di organisasi tersebut. Bahkan jika ada yang berminat hasil fotografi tersebut bisa di jadikan uang.

Arti Kepemimpinan dalam Organisasi

0 komentar
Kepemimpinan dalam organisasi adalah yang mana mempunyai tugas bagaimana kita bisa menjadikan sebuah organisasi itu menjadi suatu yang solid.
Tipe - tipe dalam kepemimpinan, yaitu :
  • Tipe Otokratik
Tipe seorang pemimpin yang egois dan otoriter.
  • Tipe Paternalistik
Pemimpin yang hanyan terdapat di lingkungan tradisional.
  • Tipe Kharismatik
Pemimpin yang mempunyai daya tarik tersendiri pada pemimpin tersebut sehingga menimbulkan simpati tersendiri kepada organisasinya.
  • Tipe Laissez Faire
Pemimpin yang berpandangan bahwa organisasinya akan berjalan secara lancar karena anggotanya yang terdiri dari orang - orang dewasa yang sudah memiliki tujuan organisasi.
  • Tipe Demokratik
Pemimpin yang disegani bukan ditakuti kerana melakukan manusia dengan cara manusiawi dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.

Dibalik tipe - tipe kepemimpina dalam organisasi, terdapat pula teori - teroti yang di lakukan oleh seorang pemimpin, yaitu :
  • Teori Genetic
Teori yang mengatakan bahawa seorang pemimpin akan dilahirkan dengan bakat pemimpin.
  • Teori Sosial
Teori yang mengatakan bahwa setiap orang akan menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
  • Teori Ekologis
Teori yang mengatakan seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat - bakat kepemimpinan, bakat dimana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman - pengalaman yang memungkinkannya.

Perubahan dan perkembangan dalam Organisasi

Kamis, 17 November 2011

0 komentar
KELOMPOK 5 :
1. AJI PRIHANTORO (10110464)
2. ANTHONYOUS (10110937)
3. DESI PERMATASARI (11110837)
4. HERU OLYCIA ANANDA (18110884)
5. KRISNA RAMADANI (13110925)
6. NUR FREDY WIDIATMOKO (15110128)
7. REZHIAWAN NUR HIDAYAT (15110828)
8. SYAHRIZA FAHMI (16110774)
KELAS 2KA20
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Kemampuan organisasi untuk bertahan hidup (survive) sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk berubah, menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi atau menyesuaikan diri dengan perubahan potensial yang akan terjadi di masa mendatang. Kemampuan organisasi untuk berkembang ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam menciptakan perubahan. Kemampuan organisasi untuk berubah ditentukan oleh seberapa berdaya personil organisasi dalam melakukan perubahan. Konsep employee empowerment menjadi prasyarat untuk membangun hi-flex organization suatu organisasi yang mampu beradaptasi dengan cepat,bahkan dengan cepat menciptakan perubahan untuk merespon perubahan lingkungan bisnis yang telah terjadi atau potensial akan terjadi (Mulyadi, 1997).
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mengetahui bagaimana cara-cara berorganisasi yang baik. Dimana dalam sebuah organisasi pasti ada perubahan dan perkembangan yang tidak bisa kita hindari. Dalam makalah ini terdapat contoh kasus perubahan organisasi yang dapat dijadikan pelajaran saat nanti ketika kita berorganisasi. Perubahan yang dialami bisa saja menjadikan organisasi itu lebih baik atau lebih buruk, tergantung bagaimana kita sebagai anggotanya yang melakukan perubahan dan perkembangan.
1.3 Teknik Pengumpulan Data
1. Studi kepustakaan.
Kami mencari dan mengumpulkan data-data mengenai perubahan dan perkembangan organisasi dengan cara membaca buku-buku yang berhubungan dengan organisasi.
2. Searching internet.
Kami juga mencari dan mengumpulkan data serta berita dan informasi melalui internet
1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini disusun sebagai berikut.
Bab I. Pendahuluan, berisi latar belakang, tujuan, teknik pengumpulan data, sistematika penulisan.
Bab II. Pembahasan, membahas perubahan dan perkembangan organisasi dalam kehidupan masyarakat.
Bab III. Penutup, terdiri dari kesimpulan dan saran, serta bagian akhir terdiri dari daftar pustaka.
Bab II
Pembahasan
2.1 Pengertian Organisasi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
- Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
- James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
- Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
- Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
2.2 Tujuan Organisasi
Manusia sering disebut sebagai makhluk sosial, Hal ini disebabkan manusia selalu memerlukan bantuan orang lain dalam hidupnya. Manusia berkumpul, bekerja sama, dan saling berhubungan satu sama lain. Dengan berkumpul, manusia dapat saling memberi dan menerima dalam mewujudkan kehidupan di muka bumi. Organisasi merupakan perwujudan pikiran manusia. Dengan organisasi, manusia berharap agar lebih mudah mencapai keinginan dan harapannya. Karena itu salah satu tujuan organisasi adalah mempermudah setiap orang dalam melaksanakan tugas demi tercapainya tujuan tertentu.
Di negara kita, setiap warga negara mempunyai kebebasan untuk berorganisasi. Bahkan kebebasan itu telah diakui secara sah oleh negara. UUD 1945 pasal 28E Ayat 3 secara tegas menyatakan bahwa, "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat."
Dengan pernyataan yang terdapat dalam UUD tersebut, maka jelas bahwa negara memberi kebebasan kepada warga negara untuk membentuk dan memasuki organisasi. Negara juga melindungi setiap orang untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.
Apa sebenarnya manfaat berorganisasi?
Banyak manfaat yang bisa diambil jika kita masuk dan beraktivitas dalam sebuah organisasi. Manfaat-manfaat itu antara lain sebagai berikut :
a. Organisasi merupakan sarana untuk berinteraksi dengan orang lain dalam ruang lingkup yang lebih luas dan resmi.
b. Organisasi melatih kita dalam membekali diri dengan kemampuan bekerja sama danberhubungan dengan orang lain.
c. Organisasi dapat mengasah kemampuan diri dalam hal kepemimpinan
d. Organisasi merupakan tempat bagi kita untuk mengabdi kepada sesama.
2.3 Contoh Kasus
Dikabarkan Nurdin Halid Mundur
Di kabarkan Nurdin Halid mundur tapi berita itu belum pasti. masih berupa rumor, karena FIFA sudah meliti yang terjadi di tubuh PSSI . Komite Asosiasi FIFAmelakukan pertemuan untuk membahas permasalahan di asosiasi-asosiasi termasuk Indonesia (PSSI). Sebuah situs worldfootballinsider.com menulis, berdasarkan informasi dari sumber di komite tersebut, Nurdin akan dilarang untuk masuk bursa lagi terutama karena statuta organisasi jelas-jelas menyebut bahwa orang yang pernah dipenjara tidak boleh mengikuti pemilihan.
Hal ini kemudian menimbulkan harapan besar bagimasyarakat Indonesia yang memang sudah sejak lama menginginkan Nurdin turun dari kursi Ketua Umum. Mereka mengharapkan jika PSSI benar-benar direvolusi agar persepakbolaan Indonesia jadi lebih baik.
Meski belum terbukti kebenarannya namun berita itu sudah menjadi sinyal jika masa Nurdin di PSSI sudahlah habis. Nurdin cs tidak bisa lagi menggunakan statuta dan peraturan FIFA lainnya untuk melindungi posisinya seperti yang selama ini dilakukan.
"Dengan begini artinya Nurdin sudah selesai, jadi selama ini mereka selalu Menuhankan statuta dan FIFA, seolah-olah statuta itu "kitab suci" dan FIFA itu "Tuhan". Sekarang akhirnya FIFA sendiri yang sekarang melarang Nurdin maju lagi karena Nurdin adalah bekas narapidana. He is finish," analisa pengamat sepakbola Budiarto Shambazy kepada detiksport dalam sambungan telepon, Kamis (3/3/2011) siang WIB.
"Tapi jangan salah dia pasti bakal memakai segala cara untuk tetap ikut. Yang saya lihat kemungkinannya dia mencari figur yang memenuhi syarat dan dia mudah kendalikan. Seperti boneka lah istilahnya," sambung Budiarto terkait soal kemungkinan Nurdin memakai cara-cara lain untuk tetap mencalonkan diri.
Memang Nurdin selama ini dikenal dekat dengan beberapa petinggi AFC dan FIFA khususnya Presiden AFC Mohammad bin Hammam yang mantan anggota EXCO FIFA. Namun menurut Budiarto, sia-sia jikaNurdin meminta bantuan kepada orang Qatar tersebut.
Malah lebih baik jika Nurdin legowo untuk meletakkan jabatannya karena memang masyarakat sudah tak ingin lagi melihat sosok Nurdin memimpin PSSI. Demo-demo yang dilakukan belakangan ini adalah contohnya bagaimana respon masyarakat terkait ngototnya Puang untuk tetap berada di kursi ketua umum.
Dari berita diatas dapat saya simpulkan bahwa "Minta bantuan ke Hammam? Sudah tidak mungkin lagi, soalnya Nurdin memang sudah abis, sudah tidak ada gunanya menurut saya. Mungkin dia masih berpikir untuk cari cara lain untuk tetap maju namun perasaan saya dalam waktu dekat dia akan turun”.
"Untuk saat ini mungkin dia masih putar otak cari langkah lain. Namun pada akhirnya dia akan menyadari dalam waktu dekat semua itu sudah tak ada gunanya dan lebih baik mundur. Pada akhirnya rasa cinta masyarakat yang hilang kepada PSSI bakal timbul kembali. Yang penting Nurdin turun masyarakat senang," tuntasnya.
PERUBAHAN DARI PSSI LAMA MENJADI PSSI YANG BARU
Bermula dari rezim Nurdin Halid yang tidak memuaskan banyak pihak, dan dilanjutkan dengan tidak beresnya pemilihan ketua PSSI oleh Komite Normalisasi pimpinan Agum Gumelar, akhirnya melalui Kongres Luar Biasa PSSI, 9 Juli kemarin, terpilihlah Mr. Djohar Arifin Husein sebagai ketua umum PSSI untuk masa jabatan 2011 – 2015. Dalam tugasnya, ia akan didukung Farid Rahman yang bertindak sebagai Wakil Ketua dan 9 anggota Komite Eksekutif
Sembilan Komite Eksekutif yang terpilih adalah Toni Apriliani, La Nyala Mattalitti, Mawardi Nurdin, Widodo Santoso, Erwin Dwi Budiawan, Sihar Sitorus, Tuty Dau, Roberto Rau, dan Bob Hippy. ”Tentu saja akan ada pergantian pengurus. Mereka yang tidak sama dengan visi perubahan harus diganti,” ujar Djohar. (comot dari kompas.com)
Djohar menilai, pembenahan organisasi yang utama karena merupakan roda pengembangan sepak bola. Pengembangan organisasi mengikuti model terkini. Selain itu, program terdekat yang akan dilakukan adalah mempersiapkan tim SEA Games. Masyarakat sudah haus prestasi dan menginginkan sepak bola Indonesia juara. Dalam waktu dekat, pengurus PSSI akan segera berkoordinasi dengan pelatih untuk mempersiapkan tim nasional.
Kita tentu berharap adanya perubahan (perubahan besar kalau perlu) didalam dunia persepakbolaan nasional. Yang terdekat tentu saja penyelesaian masalah ISL vs LPI.
Publik sepak bola Indonesia selalu mengharapkan figur ketua umum PSSI yang paham betul bagaimana kondisi sepak bola Indonesia di segala aspeknya. Terpilihnya Djohar Arifin Husin bisa jadi akan menjawab keinginan tersebut.
Lewat voting dua putaran, Djohar Arifin Husin pada Sabtu (9/7/2011) kemarin terpilih sebagai ketua umum PSSI periode 2011-2015. Dia mengalahkan rivalnya Agusman Efendi dengan perbandingan 61:38 suara.
Terpilihnya Djohar Arifin menumbuhkan harapan besar publik sepak bola Indonesia mengingat dia berasal dari kelompok yang pro reformasi di tubuh PSSI. Insinyur berusia 60 tahun itu bahkan menjadi yang pertama berani menandatangani pakta integritas yang diajukan suporter Indonesia.
Alasan lain yang membuat Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin dianggap sangat pas menduduki kursi nomor satu di PSSI adalah trek rekornya yang luar biasa di dunia olahraga tanah air, khususnya lagi sepak bola. Lahir di Tanjung Pura 13 September 1950, Djohar Arifin sudah merasakan hampir semua aktivitas dan jabatan yang terkait olah si kulit bundar. Hal mana diharapkan membuat dia paham benar bagaimana memperbaiki sistem persepakbolaan di Indonesia yang masih kacau.
Djohar muda adalah seorang pesepak bola yang tercatat memperkuat PSL Langkat pada periode 1968-1969. Karirnya sebagai pemain kemudian berlanjut di klub papan atas tanah air, PSMS Medan pada kurun 1973-76.
Usai pensiun Djohar tak begitu saja meninggalkan dunia tersebut karena kemudian dia masuk dalam korps baju hitam dan menjadi wasit nasional dan internasional pada periode 1976 hingga 1987. Selanjutnya, Sarjana Pertanian Perkebunan dari Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara tersebut menjadi match inspector nasional dan internasional.
Setelah merasakan bagaimana menjadi pemain, wasit dan match inspector, Djohar kemudian menduduki jabatan strategis di PSSI Sumut, dia menjadi Ketua Pengurus Daerah PSSI Sumut periode 2000-2004. Di tanah kelahirannya itu, kakek dari tiga orang cucu tersebut juga diserahi tanggung jawab sebagai Ketua Harian KONI mulai tahun 2003.
Di tahun yang sama Djohar diangkat menjadi Sekretaris Jenderal KONI Pusat dan ketua bindang litbang. Sementara untuk Kongres PSSI di Solo, Djohar awalnya maju setelah dijagokan oleh PS Madina Medan. Visi yang menginginkan adanya reformasi di tubuh PSSI kemudian membuat dia jadi jagoan baru Kelompok 78, yang gagal memajukan pasangan George Toisutta dan Arifin Panigoro.
Dapat dukungan dari suara mayoritas, peraih gelar Doktor (Ph.D) bidang perencanaan kota & wilayah dari Universiti Malaya, Malaysia tersebut melenggang ke kursi nomor satu PSSI. Dalam tugasnya hingga empat tahun ke depan, pria yang juga hobi tenis, renang dan baca tersebut akan dibantu oleh Farid Rahman, yang terpilih sebagai wakilnya.
Terpilihnya Djohar Arifin Husin melegakan pihak-pihak yang menginginkan adanya perubahan di tubuh PSSI. Namun jelas kalau dia ditunggu tugas ekstra berat memimpin dan memperbaiki sepakbola Indonesia yang masih dalam kondisi karut-marut.
Prestasi adalah satu hal yang sangat dituntut dari kepengurusan PSSI yang baru terpilih. Dan sebelum mewujudkan harapan tersebut pekerjaan rumah sudah menumpuk untuk dituntaskan. Kerja yang jelas tidak akan mudah dan menuntut dukungan serta pengawasan dari seluruh insan sepakbola tanah air, termasuk suporter di dalamnya.


Profil Djohar Arifin Husin
DATA PRIBADI
Nama Lengkap : Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin.
Tempat, Tanggal Lahir : Tanjung Pura, 13 September 1950
Agama : Islam
Pekerjaan : Staf Pengajar Kopertis Wilayah I DPK UISU
Jabatan Terakhir : Staf Ahli Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
Status Pernikahan : Menikah, 1 isteri, 4 anak, 3 cucu
Nama Isteri : Marina Hutabarat
Hobi : Olahraga Sepakbola, Tenis, Renang. Membaca

Keahlian Khusus : Pertanian Perkebunan, Perencanaan Kota dan Wilayah
PENDIDIKAN
Doktor (Ph.D) Bidang Perencanaan Kota & Wilayah, Universiti Malaya, Malaysia.
Akta Mengajar (Akta V) Universitas Terbuka, Indonesia
Sarjana Pertanian Perkebunan (Ir) Fakultas Pertanian USU, Medan.
Sarjana Muda (BSc) Bidang Perkebunan, Fakultas Pertanian USU, Medan.
Madrasah Rendah, Menengah Pertama, Menengah Atas di Tanjung Pura, Langkat.
SD, SMP, SMA Negeri di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara

PENGHARGAAN
Penghargaan Dosen Teladan Tkt Nasional, (Adihtya Tridharma Nugraha) 1985.
Penghargaan Pembina Olahraga Sumatera Utara, 2003.
Satya Lencana Pengabdian 20 tahun PNS.
Gelar Adat Dari Kesultanan Serdang Sumatera Utara “Datuk Pandita Indra Wangsa” Tahun 2007.

PENGALAMAN OLAHRAGA
Pemain PSL Langkat 1968-1969
Pemain PSMS Medan 1973- 1976
Wasit Nasional dan Internasional 1976- 1987
Pelatih Sepakbola bersertifikat S3
Macht Inspector PSSI 1987
International Football Match Inspector 2003
Menejer Tim Nasional PSSI Yr ke Kejuaraan Asia di Bangkok,1994
Pelatih Tim Nasional Timnas Mahasiswa ke POM Asean di Singapora,1994
Menejer Tim Nasional PSSI dalam rangka uji coba ke Myanmar, 2003
Menejer Tim Nasional PSSI Yr ke Kejuaraan Asean di Vietnam, 2003
Ketua Komisi wasit PSMS Medan 1977-1980
Ketua komisi Wasit Komda PSSI Sumut 1981-1984
Wakil Sekretaris Komda PSSI Sumut 1984-1988
Sekretaris Komda PSSI Sumut 1988-1996
Wakil Ketua Komda PSSI Sumut 1996-2000
Wakil Ketua Umum Pengda Tae Kwon Do Sumatera Utara 1994-1998
Ketua Komda PSSI Sumut 2000-2004
Ketua Harian KONI Sumut 2003
Ketua Bidang Litbang KONI Pusat 2003
Sekretaris Jenderal KONI Pusat 2003-2005
Anggota Sea Games Federation 2003-2005
Vice President The Islamic Solidarity Sports Federation 2005-2009
Ketua Umum PB Persatuan Olahraga Zulkarnaeh Indonesia
Ketua Umum PB Persatuan Taugh Seluruh Indonesia
Vice Presiden Federasi Olahraga Sambo Asia
Ketua Umum PB Persatuan Sambo Indonesia

­
BAB III
Kesimpulan
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Oleh karena itu, sangat di butuhkan perubahan dan perkembangan dalam sebuah organisasi, karna dengan adanya perkembangan dan perubahan yang baik dalam sebuah organisasi, organisasi trsebut akan lebih mantap.
Akan tetapi apabila perubahannya bersifat negatif, akan berpengaruh buruk pada organisasi itu. Oleh karena itu di butuhkan pemimpin yang berkualitas dalam melakukan perubahan-perubahan dan perkembangan dalam sebuah organisasi.s
Daftar Pustaka
Mulyadi (1997) Manajemen Perubahan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol.12. No. 3.pp. 51-74.
http://si-dudut.blogspot.com/2011/03/di-kabarkan-nurdin-halid-mundur.html